Posts

Contoh Penggunaan Nested if pada Bahasa Pemrograman C++

Contoh Penggunaan Nested if pada Bahasa Pemrograman C++

| | C dan C++
C adalah bahasa pemrograman prosedural yang menjadi fondasi banyak bahasa modern. Dalam pengembangan perangkat lunak, alur program sering kali harus bergantung pada kondisi-kondisi tertentu. Untuk mengatasi hal ini, Bahasa Pemrograman C++ menyediakan struktur pengkondisian “if” yang memungkinkan kita untuk menjalankan kode tertentu jika kondisi tertentu terpenuhi. Dalam beberapa situasi, kita mungkin perlu mengevaluasi beberapa kondisi bertingkat, dan di sinilah konsep “nested if” atau “if bersarang” muncul. Pada artikel ini, kita akan melihat contoh penggunaan nested if dalam Bahasa Pemrograman C++.
Bilangan Prima Java: Menemukan dan Memeriksa Keunikannya

Bilangan Prima Java: Menemukan dan Memeriksa Keunikannya

| | | Java

Soal klasik yang hampir selalu muncul pas latihan atau interview kerja: cek apakah sebuah angka bilangan prima, pakai Java. Kelihatannya sepele, tapi justru di sini kita bisa lihat perjalanan sebuah kode dari versi “jalan saja” sampai versi yang benar-benar efisien.

Sebelum ke kode, ingat dulu definisinya: bilangan prima adalah bilangan bulat positif lebih besar dari 1 yang cuma punya dua pembagi - 1 dan dirinya sendiri. Jadi 2, 3, 5, 7, 11 masuk daftar; sedangkan 4 gugur karena bisa dibagi 2. Perhatikan juga 2 itu prima genap satu-satunya, fakta kecil yang sering keluar sebagai soal jebakan 🙂

Coding Perkalian di Pemrograman C dan C++

Coding Perkalian di Pemrograman C dan C++

| | | C dan C++

Perkalian adalah salah satu operasi pertama yang diajarkan saat belajar C dan C++, dan paling sering cuma dipakai lewat operator *. Padahal menarik juga melihat bagaimana perkalian bisa diimplementasikan dengan perulangan atau rekursi, konsep yang kepakai di materi lanjutan. Saya tulis tiga cara di artikel ini: operator langsung, perulangan, dan rekursi, lengkap dengan contoh kode yang bisa langsung dicoba.

Operator Logika JavaScript: Mengupas Tuntas Penggunaan dan Fungsi-fungsinya

Operator Logika JavaScript: Mengupas Tuntas Penggunaan dan Fungsi-fungsinya

| | Javascript

Dalam dunia pemrograman, operator logika merupakan fondasi penting untuk mengontrol alur eksekusi kode. Dalam konteks JavaScript, operator logika memungkinkan Anda untuk melakukan perbandingan dan evaluasi kondisi-kondisi tertentu. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai operator logika JavaScript, meliputi penggunaan, jenis-jenisnya, serta contoh-contoh aplikasinya dalam kode.

Fungsi ucwords() pada PHP: Memformat Huruf Kapital di Awal Setiap Kata

Fungsi ucwords() pada PHP: Memformat Huruf Kapital di Awal Setiap Kata

| | PHP
Dalam pengembangan web, sering kali kita perlu memanipulasi dan memformat teks sesuai dengan kebutuhan. Salah satu tugas yang umum dilakukan adalah mengubah huruf pertama di setiap kata menjadi huruf kapital. PHP, sebagai bahasa pemrograman yang populer untuk pengembangan web, menyediakan berbagai fungsi bawaan yang mempermudah tugas ini. Salah satu fungsi yang berguna untuk memformat teks adalah ucwords(). Pada artikel ini, kita akan membahas secara detail tentang fungsi ucwords() pada PHP dan bagaimana cara menggunakannya untuk memformat huruf kapital di awal setiap kata dalam sebuah string.
Fungsi trim() pada PHP: Menghapus Spasi yang Tidak Diinginkan

Fungsi trim() pada PHP: Menghapus Spasi yang Tidak Diinginkan

| | PHP
Dalam pengembangan web, PHP adalah salah satu bahasa pemrograman yang sangat populer. PHP menyediakan banyak fungsi bawaan yang memudahkan pengolahan string, termasuk fungsi trim(). Fungsi trim() digunakan untuk menghapus karakter spasi yang tidak diinginkan dari awal dan akhir sebuah string. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi fungsi trim() pada PHP, bagaimana cara menggunakannya, dan beberapa contoh penggunaannya. Pengertian Fungsi trim() pada PHP Fungsi trim() pada PHP adalah sebuah fungsi yang digunakan untuk menghapus spasi atau karakter whitespace lainnya (seperti tab atau newline) dari awal dan akhir sebuah string.
Fungsi strtolower() pada PHP: Mengubah Teks ke Huruf Kecil

Fungsi strtolower() pada PHP: Mengubah Teks ke Huruf Kecil

| | PHP
Dalam pengembangan web, sering kali kita perlu melakukan manipulasi terhadap teks yang diinput oleh pengguna. Salah satu manipulasi yang umum dilakukan adalah mengubah teks menjadi huruf kecil atau huruf kapital. PHP, sebagai salah satu bahasa pemrograman yang populer dalam pengembangan web, menyediakan berbagai fungsi bawaan untuk melakukan manipulasi teks tersebut. Salah satu fungsi yang berguna adalah strtolower(). Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi fungsi strtolower() pada PHP. Kita akan melihat apa itu strtolower(), bagaimana cara menggunakannya, dan beberapa contoh penggunaan yang relevan.
Fungsi Object.entries() pada JavaScript

Fungsi Object.entries() pada JavaScript

| | Javascript
Dalam pemrograman JavaScript, objek adalah struktur data yang penting dan sering digunakan. Objek terdiri dari pasangan kunci dan nilai, di mana kunci berperan sebagai identifier dan nilai merupakan data yang terkait. Untuk menjelajahi objek dan mendapatkan pasangan kunci dan nilai secara terpisah, JavaScript menyediakan metode bawaan yang disebut Object.entries(). Dalam artikel ini, kami akan mempelajari secara mendalam tentang fungsi Object.entries() pada JavaScript, bagaimana menggunakannya, dan contoh penggunaannya dalam skenario nyata.
Fungsi current() pada PHP: Mengetahui Nilai Saat Ini dalam Sebuah Array

Fungsi current() pada PHP: Mengetahui Nilai Saat Ini dalam Sebuah Array

| | PHP
Dalam pengembangan aplikasi web dengan PHP, sering kali kita harus bekerja dengan array untuk mengelola dan memanipulasi data. Terkadang, kita perlu mengetahui nilai yang sedang diakses dalam sebuah array. Inilah saatnya fungsi current() pada PHP hadir sebagai salah satu solusi yang berguna. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan secara rinci tentang fungsi current() pada PHP, termasuk sintaksisnya, contoh penggunaan, dan manfaatnya dalam pengembangan aplikasi web. Mari kita mulai! Fungsi current() pada PHP Fungsi current() pada PHP digunakan untuk mengembalikan nilai saat ini yang sedang diakses dalam sebuah array.
Fungsi array_splice() pada PHP: Manipulasi Data dengan Mudah

Fungsi array_splice() pada PHP: Manipulasi Data dengan Mudah

| | PHP
Dalam pemrograman PHP, seringkali kita perlu memanipulasi data di dalam array. Salah satu fungsi yang sangat berguna untuk melakukan manipulasi ini adalah fungsi array_splice(). Fungsi ini memungkinkan kita untuk menghapus elemen-elemen tertentu dari array dan menggantinya dengan elemen-elemen baru. Pada artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang fungsi array_splice() pada PHP, termasuk sintaksisnya, penggunaannya, dan contoh-contoh implementasinya. Mengenal Fungsi array_splice() Apa itu fungsi array_splice() pada PHP? Fungsi array_splice() pada PHP adalah sebuah fungsi bawaan yang digunakan untuk memanipulasi elemen-elemen dalam array.
« 9/46 »