PemburuKode - Framework Laravel
kalau PHP native sudah mulai kerasa berantakan karena file makin banyak, di titik itu saya pindah ke Laravel. jujur, kesan pertama saya buka dokumentasi Laravel itu agak minder, banyak istilah baru. tapi begitu composer create-project berhasil dan php artisan serve jalan, lalu buka localhost:8000 muncul halaman starter Laravel, rasa mindernya langsung ganti jadi penasaran 🙂
di halaman ini kalian akan menemukan kurasi tutorial Laravel yang saya susun sesuai urutan saya belajar, dari yang bikin pusing di awal sampai yang kepakai tiap hari di project. kalau kalian sudah bisa bikin CRUD sederhana pakai PHP dan MySQL, di sini kalian bakal ngerasain kenapa Laravel bikin kerjaan jadi lebih rapi.
Kenapa Akhirnya Saya Betah di Laravel?
jika sudah selesai install Composer, maka akan muncul perintah artisan yang jadi teman harian. di situ enaknya Laravel, hal yang di PHP native harus tulis manual seperti routing, validasi, dan atur session, di sini sudah ada polanya. dokumentasinya juga enak dibaca, contohnya jalan kalau dicopas, jadi kalau error tinggal baca pelan-pelan, tidak perlu tebak-tebakan.
ekosistemnya juga hidup, tutorial Indonesia banyak, lowongan Laravel masih sering nongol untuk junior. begitu paham alur route ke controller ke view, nanti pindah ke framework lain rasanya cuma ganti bungkus.
Daftar Tutorial Laravel Lengkap
kurasi di bawah ini otomatis nampilin semua artikel kategori Laravel dari yang terbaru. mulai dari composer install, php artisan serve, sampai relasi Eloquent dan cara deploy ke hosting gratis biar project kalian bisa diakses orang lain.
1. Laravel Validation dan Form Request
2. Cara Setup Laravel Dengan Vite
3. Laravel Middleware Cara Membuat Dan Menggunakan
4. Cara Deploy Laravel ke Hosting Gratis
5. Tutorial Laravel Lengkap dari Dasar sampai Mahir: Panduan Laravel untuk Pemula
6. Blade
7. Eloquent
8. Laravel
9. Middleware
10. Queue
11. Routing
12. Contoh Cara Menggunakan Template Laravel Wajib Ketahui
13. PHP Artisan Storage Link: Menghubungkan File Publik dengan Penyimpanan di Laravel
14. PHP Artisan Serve Port: Cara Mengatur Port dan Host Server Laravel
15. Cara Memindahkan Project Laravel ke Laptop Lain
16. Menangani Permintaan Tidak Valid dan Dukungan SSL yang Tidak Didukung di Laravel
17. Fungsi Controller pada Laravel: Menyusun Logika Aplikasi dengan Efisien
18. Laravel Could Not Find Driver: Mengatasi Masalah Driver pada Laravel
19. Cara Mengatasi Maximum Execution Time of 60 Seconds Exceeded di Laravel
20. belongsTo Laravel Adalah: Menjelaskan Fungsi dan Penggunaannya
21. Cara Deploy Laravel di infinityfree Gratis beserta database MySQL
22. Panduan Cara Menggunakan Fitur Migrate Database di Laravel beserta Contohnya
23. Membuat Multiple Role User Dengan Middleware Route Laravel
24. Cara Cek Versi Laravel di CMD & Composer: php artisan --version
25. Cara Export Ke Excel di Laravel Dari Query Builder
26. Cara Deploy Laravel di Heroku Hosting Gratis
27. Cara Menghubungkan Laravel dengan MongoDB dan Membuat CRUD API
28. Perbedaan PATCH dan PUT dan HTTP method lainnya di API HTTP
29. Cara Membuat Scheduler dan Job Queues di Laravel
30. Membuat REST API CRUD dengan Laravel serta JWT
31. Cara Upload File Di Laravel Ke Storage Public Dengan Aman
32. Cara Memanggil RESTful API di Laravel
33. Cara Instal Composer Untuk Laravel Di Windows
Untuk Siapa Halaman Ini?
kalau kalian sudah pernah bikin CRUD PHP dan ngerasa file mulai numpuk tidak karuan, Laravel itu obatnya. tidak usah hafal semua fitur, cukup paham dulu bagaimana request masuk lewat route, diolah di controller, lalu dikirim ke view. sisanya bakal kebawa sambil praktik.
Alur yang Saya Pakai
- Dasar & Instalasi, install Composer dan Laravel di Windows, kenalan sama struktur folder dan coba
php artisanpertama. - Routing & Blade, bikin
routedancontrollersederhana, lalu tampilkan data pakai Blade, di sini kalian bakal sering bukaweb.php. - Database & Eloquent, mainkan migrasi dan model, coba relasi
hasManydanbelongsTosampai data nyambung. - Fitur Inti, coba
middleware, validasi form, upload file, dan atur login, jangan khawatir kalau awalnya masih bingung bedaRequestdanResponse. - Studi Kasus, bikin CRUD utuh, coba REST API pakai JWT, lalu deploy, yang penting jalan dulu di
localhost, urusan domain belakangan.
menurut saya, satu tutorial sehari itu sudah ideal. jalankan sampai berhasil di laptop kalian, lalu iseng ganti field atau tambah kolom, dari situ pahamnya nempel, bukan cuma ikut ngetik.
kalau dasar PHP masih meraba-raba, mampir dulu ke Tutorial PHP Lengkap. kalau mau ngulik query-nya lebih dalam, lanjut ke Tutorial MySQL Lengkap.
