GET dan POST itu dua method HTTP yang paling sering dipakai buat ngirim data dari form HTML ke server. dua-duanya ngirim data, tapi cara kerja, keamanan, dan kegunaannya beda jauh. kalau kalian baru mulai bikin form, paham dulu cara membuat form di HTML dan PHP biar artikel ini langsung nyambung.
function (stored function) itu blok kode SQL yang bisa dipanggil berulang kali dan mengembalikan satu nilai. biasanya dipakai buat kalkulasi atau logika yang sering muncul di query. sebelum bikin function, kalian perlu paham dulu fungsi agregat COUNT, SUM, AVG dan cara membuat view di MySQL.
momen saya pertama kali nyadar kegunaan function di MySQL itu pas logika hitung diskon yang sama harus dipakai di lima query yang beda-beda. tanpa function, saya harus nyalin rumusnya lima kali, dan setiap ada perubahan, lima tempat itu harus diubah satu-satu.
saya masih ingat pertama kali install Git di Windows, buka CMD ketik git, malah muncul git is not recognized ๐ ternyata belum centang Add to PATH pas install. begitu dicentang dan CMD dibuka ulang, git --version langsung muncul, dan dari situ baru ngerti bedanya Git yang di laptop dan GitHub yang di cloud.
di artikel ini kita install Git sampai bisa git push ke GitHub, pakai dua jalur yang paling sering dipakai 2026: SSH dan PAT untuk HTTPS.
setelah paham tipe data dan variabel di Python, materi berikutnya yang bakal kalian pakai di hampir semua program adalah percabangan. simpelnya, percabangan itu cara program ngambil keputusan berdasarkan kondisi, persis logika “jika-maka” yang kita pakai sehari-hari. kalau lagi hujan, bawa payung, kalau tidak, ya berangkat aja. kalau penasaran bedanya sama bahasa lain, ada juga perbedaan if else dan switch case.
yang paling sering bikin pemula nyangkut di materi ini bukan logikanya, tapi indentasi.
oop itu materi yang paling lama saya hindari pas belajar python. alasannya simpel, hampir semua tutorial nyebut “class itu blueprint” tapi jarang ada yang nunjukin kenapa saya butuh class di project beneran. kalau kalian di posisi itu sekarang, tenang, artikel ini saya tulis dari sudut pandang orang yang dulu juga bingung dan akhirnya “klik” ๐
sebelum lanjut, pastikan kalian sudah paham function dan lambda Python, karena method di dalam class itu sebenarnya fungsi yang “menempel” ke object.
pas project python kalian makin gede, nyimpen semua kode di satu file itu bakal susah dirawat. solusinya, module dan package. sebelumnya, pastikan dulu sudah paham function dan lambda Python, karena module dan package itu sangat membantu buat ngatur fungsi dan class di project yang besar.
saya sendiri ngerasain momen “harus mulai pakai module” pas file script saya udah lebih dari 500 baris, dan nyari satu fungsi di dalemnya butuh waktu berjam-jam.
array itu struktur data dasar di javascript. buat ngolah data di dalamnya, ES6 ngenalin tiga method yang paling sering dipakai: map, filter, dan reduce. sebelum lanjut, pastikan paham dulu perbedaan var, let, dan const, karena array methods ini biasanya ditulis pakai arrow function dengan deklarasi const.
ketiganya punya prinsip yang sama: alih-alih ngubah array asli, mereka ngembaliin array baru. hasilnya kode lebih pendek dan lebih gampang ditebak, karena array sumber nggak pernah ikut berubah diam-diam.
setelah berhasil menginstal python di komputer, langkah selanjutnya adalah memahami konsep dasar pemrogramannya. dua konsep yang paling mendasar, yaitu variabel dan tipe data.
variabel itu bisa diibaratkan sebagai kotak penyimpanan di memori komputer. setiap kotak punya nama, dan isinya bisa macam-macam: angka, teks, atau nilai boolean.
di artikel ini kita bahas tipe data di python, cara mendeklarasikan variabel, operator dasar, plus praktik baik yang perlu kalian tahu pas mulai. sebelum mulai, pastikan python sudah terinstal dulu, kalau belum bisa ikuti panduan cara install Python di Windows.
function (fungsi) itu blok kode yang bisa dipanggil berulang kali buat ngerjain tugas tertentu. dengan fungsi, kode lebih terorganisir, gampang di-test, dan nggak perlu nulis kode yang sama dua kali. di tulisan yang lama, fungsi def pada python sudah sempat kita bahas dasarnya: cara bikin fungsi, return, sama parameter default. nah, artikel ini versi yang jauh lebih lengkap, dan bedanya ada di dua hal: pertama, pembahasannya ngalir dari nol sampai konsep yang lebih dalam kayak rekursif, lambda, dan decorator; kedua, saya fokus banget ke bagian yang bikin pemula nyangkut, terutama beda print sama return dan beda parameter sama argumen.
fungsi agregat itu fungsi di sql yang ngerjain perhitungan pada sekumpulan baris dan ngembaliin satu nilai ringkasan. yang paling sering dipakai ada tiga: COUNT, SUM, dan AVG.
ketiga fungsi ini paling sering saya pakai waktu bikin laporan: jumlah pengguna, total penjualan, rata-rata nilai. yang perlu diingat sejak awal, fungsi agregat itu menggabungkan banyak baris jadi satu nilai, jadi kalau digabung sama kolom biasa, wajib pakai GROUP BY. kesalahan ini adalah error sql paling umum yang pernah saya lihat, termasuk di kode saya sendiri ๐
python punya empat struktur data bawaan (built-in) buat nyimpen kumpulan data: list, tuple, set, dan dictionary. masing-masing punya karakteristik dan kegunaan yang beda-beda. struktur data ini sebenernya lanjutan dari perulangan for dan while karena sering dipakai bareng loop.
memilih struktur data yang tepat itu keputusan kecil tapi efeknya besar. di project nyata, saya hampir selalu pakai list buat data berurutan dan dictionary buat data berlabel, sementara tuple dan set muncul di situasi yang lebih spesifik.
mengolah tanggal dan waktu itu hal yang hampir selalu ketemu waktu bikin aplikasi php. mulai dari input tanggal di form, validasi format, hitung selisih hari, sampai menampilkan tanggal dalam format Indonesia, semuanya bisa dikerjakan pakai fungsi bawaan PHP.