Fungsi IF pada Python: Memahami Percabangan Python

| | | Python
Fungsi IF pada Python: Memahami Percabangan Python

Apakah kalian lagi belajar python dan mulai penasaran sama yang namanya fungsi IF? kalau iya, tulisan ini pas banget buat kalian 🙂. IF ini salah satu fitur penting di python, karena di sinilah program mulai bisa “berpikir”: milih mau ngapain berdasarkan kondisi yang terjadi.

intinya, fungsi IF bikin program bisa bikin keputusan atau percabangan berdasarkan kondisi tertentu. di tulisan ini kita bedah tuntas: pengertiannya, sintaksnya, contoh-contohnya, sampai hal-hal kecil yang sering bikin pemula bingung pas pertama kali ngoding pakai IF.

Pengertian Fungsi IF pada Python

IF di python itu pernyataan logika atau kondisional yang bikin program bisa bikin keputusan berdasarkan kondisi tertentu. cara kerjanya gampang: program ngecek suatu kondisi atau ekspresi, terus berdasarkan hasil cek itu, jalanin tindakan yang sesuai.

kalau kondisinya benar (True), tindakan yang dimaksud dijalankan. kalau kondisinya salah (False), tindakannya dilewati, dan program lanjut ke bagian lain. persis kayak keputusan sehari-hari: kalau hujan, bawa payung; kalau tidak, ya berangkat aja.

kondisi yang dicek itu bisa macam-macam: perbandingan angka, perbandingan string, hasil operasi logika, bahkan nilai apa pun yang bisa dianggap True atau False.

Penggunaan Fungsi IF pada Python

IF paling sering dipakai buat bikin percabangan. percabangan itu teknik yang bikin program milih salah satu dari beberapa jalur berdasarkan kondisi. dengan percabangan, program tidak jalan monoton dari atas ke bawah terus, tapi bisa adaptif sama situasi.

ini sintaksis dasar percabangan IF di python:

if kondisi:
    tindakan1
else:
    tindakan2

strukturnya harus diperhatikan benar:

  • if, kata kunci pembuka
  • kondisi, ekspresi yang dievaluasi, hasilnya harus bisa dianggap True atau False
  • titik dua : di akhir baris kondisi, wajib
  • tindakan1, baris yang jalan kalau kondisi True, harus di-indent ke dalam
  • else, bagian opsional buat kondisi yang tidak True
  • tindakan2, baris yang jalan kalau kondisi False, di-indent juga

Keterangan:

  • kondisi: kondisi atau ekspresi yang akan dievaluasi. kondisi harus berupa logika (True/False) atau nilai numerik.
  • tindakan1: tindakan atau perintah yang akan dilakukan jika kondisi bernilai benar (True).
  • tindakan2: tindakan atau perintah yang akan dilakukan jika kondisi bernilai salah (False).

indentasi ini sering banget bikin pemula tersandung. baris tindakan1 itu harus menjorok ke dalam minimal satu spasi, biasanya 4 spasi, kalau tidak python bakal protes IndentationError. beda sama C atau Java yang pakai kurung kurawal, di python batas blok kodenya justru dari indentasi itu sendiri.

Contoh Penggunaan Fungsi IF pada Python

biar makin paham, berikut beberapa contoh sederhana yang bisa langsung kalian jalankan:

Contoh 1: Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap

bilangan = 7

if bilangan % 2 == 0:
    print("Bilangan genap")
else:
    print("Bilangan ganjil")

cara bacanya gampang:

  • kondisi yang dicek: bilangan % 2 == 0. operator % itu sisa bagi, kalau sisa bagi bilangan dengan 2 hasilnya 0, berarti bilangan itu genap
  • kalau kondisinya True, print("Bilangan genap") yang jalan
  • kalau False, print("Bilangan ganjil") yang jalan

dengan bilangan = 7, sisa bagi 7 dibagi 2 adalah 1, bukan 0, jadi yang muncul di layar “Bilangan ganjil”.

coba ubah bilangan jadi 8, nanti hasilnya ganti jadi “Bilangan genap”. pola cek ganjil genap kayak gini sering kepake di dunia nyata, misalnya buat penomoran halaman atau jadwal selang-seling.

Contoh 2: Menentukan Nilai Ujian

kalau percabangannya cuma dua jalur, if else aja cukup. tapi kalau jalurnya lebih dari dua, python punya elif khusus buat nambah kondisi bertingkat:

nilai = 75

if nilai >= 80:
    print("Anda lulus dengan nilai A")
elif nilai >= 70:
    print("Anda lulus dengan nilai B")
elif nilai >= 60:
    print("Anda lulus dengan nilai C")
else:
    print("Anda tidak lulus")

alurnya begini:

  • kondisi pertama: nilai >= 80. kalau nilai 80 ke atas, lulus A, dan cek berhenti di sini
  • kondisi kedua, elif nilai >= 70: ini cuma dicek kalau kondisi pertama salah. kalau nilai 70 sampai 79, lulus B
  • kondisi ketiga, elif nilai >= 60: dicek kalau dua kondisi di atasnya sama-sama salah. kalau nilai 60 sampai 69, lulus C
  • else: jalan kalau semua kondisi di atasnya salah, yaitu nilai di bawah 60, berarti tidak lulus

dengan nilai = 75, kondisi pertama salah (75 kurang dari 80), kondisi kedua benar, jadi keluarnya “Anda lulus dengan nilai B”.

poin penting yang sering keliru: elif itu cuma dicek kalau kondisi sebelumnya salah. jadi urutannya wajib dari yang paling ketat ke yang paling longgar. kalau urutannya dibalik, misalnya nilai >= 60 ditaruh paling atas, semua nilai 60 ke atas bakal berhenti di situ dan nggak pernah nyampe yang lain, hasilnya salah semua.

Percabangan Bersarang (Nested IF)

if bisa juga ditaruh di dalam if. ini dipakai kalau keputusannya bertingkat, misalnya mau cek dua hal sekaligus dengan urutan prioritas:

umur = 20
punya_ktp = True

if umur >= 17:
    if punya_ktp:
        print("Bisa bikin SIM")
    else:
        print("Umur cukup, tapi belum punya KTP")
else:
    print("Umur belum cukup")

di contoh ini, kondisi pertama ngecek umur, baru kalau lolos, kondisi kedua ngecek KTP. nested if sah-sah dipakai, tapi hati-hati jangan sampai terlalu dalam, karena kodenya makin susah dibaca. kalau cuma cek dua kondisi yang sifatnya berdampingan, mending gabung pakai and:

if umur >= 17 and punya_ktp:
    print("Bisa bikin SIM")

lebih pendek, kan? pakai and kalau dua-duanya harus benar, or kalau salah satu cukup.

Nilai yang Dianggap True dan False

satu hal yang bikin IF python unik: kondisi tidak harus berupa perbandingan. nilai apa pun bisa ditaruh di posisi kondisi, dan python punya aturan sendiri soal mana yang True mana yang False:

nama = ""

if nama:
    print("Nama ada isinya")
else:
    print("Nama kosong")

di python, string kosong, angka 0, list kosong, dictionary kosong, dan None semuanya dianggap False. selain itu, True. jadi if nama di atas otomatis masuk ke else karena nama string kosong.

pola cek if nama kayak gini lebih sering dipakai daripada nulis if nama != "", dan ini idiom yang lumrah di kode python. begitu kalian terbiasa, kode jadi lebih pendek tanpa kehilangan makna.

Kesimpulan

rangkaian inti fungsi IF di python:

  • if, buat cek kondisi pertama, kondisi True jalan, False dilewati
  • elif, nambah kondisi bertingkat, cuma dicek kalau kondisi sebelumnya salah
  • else, jalur terakhir kalau semua kondisi di atasnya salah
  • indentasi itu wajib, kebalikannya IndentationError
  • kondisi bisa gabungan pakai and, or, dan not
  • string kosong, 0, dan None dianggap False

sesimpel itu sebenernya. kuncinya cuma satu: urutkan kondisi dari yang paling spesifik ke yang paling umum, dan jangan lupa indentasi.

kalau mau lanjut belajar, bisa cek List pada Python, Fungsi input() pada Python, atau yang lebih baru, percabangan if elif else Python.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu fungsi IF di Python?

IF adalah pernyataan kondisional yang mengevaluasi suatu kondisi, lalu menjalankan blok kode tertentu kalau kondisinya True, dan blok lain kalau False.

Bagaimana cara pakai elif di Python?

elif dipakai buat cek kondisi tambahan setelah IF pertama gagal. percabangan berjalan dari atas ke bawah, kondisi pertama yang True yang dieksekusi, sisanya dilewati.

Apa bedanya if, elif, dan else di Python?

if buat kondisi pertama, elif buat kondisi lanjutan kalau yang sebelumnya salah, dan else buat jalan pintas kalau semua kondisi di atasnya salah.

Apa yang dianggap True dan False di Python?

nilai 0, string kosong, list kosong, dan None dianggap False, sisanya True. python memakai aturan ini di dalam kondisi IF tanpa perlu konversi.

Sigit Nurhanafi avatar
Full-stack developer & technical writer. Berpengalaman di PHP, Laravel, NodeJS, MySQL, dan Python. Aktif menulis tutorial pemrograman dan maintaining open-source projects di PemburuKode sejak 2021.