setelah berhasil menginstal python di komputer, langkah selanjutnya adalah memahami konsep dasar pemrogramannya. dua konsep yang paling mendasar, yaitu variabel dan tipe data.
variabel itu bisa diibaratkan sebagai kotak penyimpanan di memori komputer. setiap kotak punya nama, dan isinya bisa macam-macam: angka, teks, atau nilai boolean.
di artikel ini kita bahas tipe data di python, cara mendeklarasikan variabel, operator dasar, plus praktik baik yang perlu kalian tahu pas mulai. sebelum mulai, pastikan python sudah terinstal dulu, kalau belum bisa ikuti panduan cara install Python di Windows.
function (fungsi) itu blok kode yang bisa dipanggil berulang kali buat ngerjain tugas tertentu. dengan fungsi, kode lebih terorganisir, gampang di-test, dan nggak perlu nulis kode yang sama dua kali. di tulisan yang lama, fungsi def pada python sudah sempat kita bahas dasarnya: cara bikin fungsi, return, sama parameter default. nah, artikel ini versi yang jauh lebih lengkap, dan bedanya ada di dua hal: pertama, pembahasannya ngalir dari nol sampai konsep yang lebih dalam kayak rekursif, lambda, dan decorator; kedua, saya fokus banget ke bagian yang bikin pemula nyangkut, terutama beda print sama return dan beda parameter sama argumen.
fungsi agregat itu fungsi di sql yang ngerjain perhitungan pada sekumpulan baris dan ngembaliin satu nilai ringkasan. yang paling sering dipakai ada tiga: COUNT, SUM, dan AVG.
ketiga fungsi ini paling sering saya pakai waktu bikin laporan: jumlah pengguna, total penjualan, rata-rata nilai. yang perlu diingat sejak awal, fungsi agregat itu menggabungkan banyak baris jadi satu nilai, jadi kalau digabung sama kolom biasa, wajib pakai GROUP BY. kesalahan ini adalah error sql paling umum yang pernah saya lihat, termasuk di kode saya sendiri ๐
python punya empat struktur data bawaan (built-in) buat nyimpen kumpulan data: list, tuple, set, dan dictionary. masing-masing punya karakteristik dan kegunaan yang beda-beda. struktur data ini sebenernya lanjutan dari perulangan for dan while karena sering dipakai bareng loop.
memilih struktur data yang tepat itu keputusan kecil tapi efeknya besar. di project nyata, saya hampir selalu pakai list buat data berurutan dan dictionary buat data berlabel, sementara tuple dan set muncul di situasi yang lebih spesifik.
mengolah tanggal dan waktu itu hal yang hampir selalu ketemu waktu bikin aplikasi php. mulai dari input tanggal di form, validasi format, hitung selisih hari, sampai menampilkan tanggal dalam format Indonesia, semuanya bisa dikerjakan pakai fungsi bawaan PHP.
di javascript ada tiga cara mendeklarasikan variabel, yaitu var, let, dan const. sama-sama dipakai untuk menyimpan data, tapi masing-masing punya aturan main sendiri soal lingkup (scope), hoisting, dan boleh tidaknya variabel itu diubah lagi.
mungkin kalian bertanya, “kenapa harus ada tiga? kenapa tidak satu saja?” jawabannya ada di sejarah. var sudah ada sejak javascript pertama kali rilis. let dan const baru muncul di ES6 (ECMAScript 2015) untuk menambal kelemahan var.
Report atau laporan itu fitur yang hampir selalu ada di aplikasi bisnis, entah laporan penjualan, stok barang, atau keuangan. Untungnya di PHP dengan MySQL bikin report cukup fleksibel: datanya bisa ditampilkan dalam tabel, difilter berdasarkan tanggal, dan di-export ke Excel atau PDF.
Dalam pemrograman, kita sering dihadapkan pada situasi di mana program harus mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi. Dua struktur yang paling umum digunakan untuk ini adalah if else dan switch case.
Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama โ mengeksekusi blok kode berdasarkan kondisi โ terdapat perbedaan signifikan dalam cara penggunaan, performa, dan readability.
Artikel ini akan membahas perbedaan if else dan switch case secara mendalam dengan contoh di PHP dan JavaScript.
Perulangan (looping) adalah teknik untuk mengeksekusi blok kode secara berulang selama kondisi tertentu terpenuhi. Python menyediakan dua jenis perulangan utama: for dan while.
Ini adalah materi yang menurut saya paling “memuaskan” saat pertama kali benar-benar paham โ karena perulangan adalah cara komputer melakukan pekerjaan yang membosankan untuk kita. Salah satu program pertama yang saya buat adalah mencetak pola bintang seperti di artikel ini, dan rasanya luar biasa melihat hasilnya muncul dengan sendirinya.
Dark mode bukan lagi fitur tambahan โ hampir semua aplikasi dan website modern punya tombol untuk berpindah tema terang dan gelap. Sejak Bootstrap 5.3, fitur ini resmi tersedia tanpa plugin tambahan lewat mekanisme yang disebut color mode.
Perintah Dasar CMD Windows untuk Developer Pemula Command Prompt (CMD) adalah aplikasi baris perintah bawaan Windows yang bisa kalian pakai untuk berinteraksi dengan sistem operasi lewat teks. meskipun windows sudah punya antarmuka grafis (GUI), CMD tetap berguna buat developer karena lebih cepat, bisa diotomatisasi, dan memberi kontrol lebih terhadap sistem.
buat kalian yang baru mulai belajar coding, menguasai perintah dasar CMD bakal sangat membantu dalam menjalankan berbagai tools seperti Python, Node.
Python itu bahasa yang dipakai di mana-mana: bikin website, ngolah data, sampai otomasi file-file di komputer. Tapi sebelum bisa dipakai, satu hal yang harus lewat duluan, yaitu install di mesin, dan di Windows prosesnya punya beberapa jalur. Panduan ini saya tulis sesuai alur yang sama dengan yang saya rekam di video di bawah, lengkap sampai Python jalan di CMD dan VS Code.
Kabar baiknya, instalasinya tidak ribet. Masalah yang paling sering bikin orang nyerah sebenarnya bukan di proses install-nya, melainkan satu centangan kecil yang gampang terlewat: Add Python to PATH.